Kamis, 30 April 2015



setiap perjalanan hidup kita. Allah selalu punya rahasia yang tak pernah kita duga akhirnya. Satu waktu kita pernah merasakan hal sangat pahit,kita mengeluh,mengadu dan meratapi apa yang sudah Allah gariskan untuk kita. Kadang kita merasa Allah itu ga adil sampe waktu itu tiba dan Allah tunjukan apa maksud dari hal pahit kemaren,dan kita berucap “ternyata ini tujuan Mu ya Allah”.
Aku pernah berpikir bahwa setiap cobaan yang Allah berikan adalah akibat dari dosa-dosa setiap orang itu sendiri. Sampe akhirnya aku merenungi jalan hidup ku sendiri dan aku menyadari bahwa setiap cobaan yang Allah berikan itu tidak selalu sebagai hukuman atas dosa-dosa kita tapi juga ujian,pendewasaan diri,keteguhan dan ketabahan dalam menjalani hidup. Aku mengerti mengapa Allah mengambil kembali Ayah ku saat aku masih terlalu kecil dan sangat membutuhkan sosok beliau. Aku tahu Allah hendak mengajari  ku kemandirian,ketabahan,kedewasaan dan juga perjuangan panjang hidup ini.
Mungkin memang tak mudah,sangat tak mudah bahkan terlalu berat dirasakan hidup tanpa sosok ayah tercinta. Ibu ku menjadi super mom,wonder women yang berjuang membesarkan kedua putrinya seorang diri. Satu hal yang sangat aku kagumi dari ibuku adalah kesetiaannya pada ayah yang sudah lama meninggalkan kami. Sejak kepergian ayah,ibu tak pernah menikah lagi. Padahal saat itu usia ibu masih muda,tapi untuknya membesarkan kedua anaknya adalah prioritas utama dibanding memikirkan dirinya sendiri. Ibu ku adalah inspirasi ku,meski tak pernah kuucap namun jauh didasar hati ku beliaulah inspirasi hidupku. Meski tak jarang kami meributkan suatu hal,beda pendapat,saling mempertahankan ego kami masing-masing,tapi itulah proses hidup. Dihina,dihujat,direndahkan itu sudahhal biasa dalam hidup kami. Bahkan sejak kecil aku sudah terbiasa dengan pandangan sinis,direndahkan oleh orang-orang disekelilingku. Hidup dalam kekurangan itulah yang akhirnya membuat ku tumbuh menjadi pribadi yang minder,tidak punya rasa percaya diri. Ya aku selalu merasa minder setiap bergaul dengan teman-teman dan lingkungan sekitarku,terlebih dengan mereka yang punya kemapanan yang jelas lebih dari ku. Meskipun mereka sendiri tak pernah membedakan,mereka sangat baik dan menghargai ku tanpa  memandang perbedaan status sosial diantara kami. Aku sangat bersyukur mempunyai teman-teman seperti  mereka.
Seiring waktu Allah menunjukan kebesaran-Nya,menunjukan kepada kami betapa DIA lah maha pengasih lagi maha penyayang. Perlahan hidup keluarga ku mulai berubah,atas kebesaran-NYA melalui orang-orang menyayangi kami banyak pertolongan yang datang pada keluarga kami,mengubah segala hal yang dulu dirasa tak mungkin menjadi mungkin. Aku bisa menyelesaikan pendidikan ku hingga sarjana,ibu dan kakak ku bisa membangun rumah impian kami dari hasil jerih payah mereka. Meskipun tetap ada saja orang-orang yang tak suka dengan keluarga kami,memfitnah kami atas dasar ketidaktahuan mereka. Tapi itulah hidup selalu ada pro dan kontra,benci dan suka, tapi setidaknya kami bisa membuktikan kepada mereka yang dulu sangat merendahkan keluarga kami,menghina keluarga kami bahwa kami bisa,kami sanggup bangun dari keterpurukan nasib kami dulu.
Aku teringat salah satu ayat dalam Al Quran yang artinya:
 “ sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka” ( QS Ar-Ra’ad ayat 11 ).
Segala hal memerlukan usaha agar apa yang diinginkan bisa terwujud, tidak ada hal yang tidak mungkin  bagi Allah SWT. Mungkin ada takdir yang tidak bisa dirubah,tapi nasib kita bisa berubah jika kita mau berusaha dan disertai doa. Dan kini nasib ku,nasib keluarga ku sudah mulai berubah setidaknya tak seperti dulu yang sering jadi hinaan orang. Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT atas segala kebesaran-NYA dan limpahanan anugerah-NYA untuk kami.
Tetaplah khusnudzon dengan semua ketentuan Allah,pada hidup kita. Yakinlah tak ada hal yang Allah biarkan terjadi sia-sia tanpa tujuan,semua pasti punya hikmah yang akhirnya adalah kebaikan untuk hidup kita. Segala puji bagi Allah SWT.