malam itu waktu menunjukan pkl.22.30. Hujan gerimis...
aku baru saja pulang dari rumah saudaraku. Saat mobil yang aku tumpangi berhenti di sebuah perempatan lampu merah,seorang anak kecil menghampiri,mengetuk kaca mobil dan aku lihat tangan mungilnya menengadah..mengharap beberapa keping rupiah. dengan wajah polosnya dia tersenyum saat aku memberinya kepingan rupiah, dia hanya berucap : " terimakasih kak " dan aku pun membalasnya dengan senyum.
kemudian aku lihat dia berlari-lari kecil menghampiri mobil lain yang masih berhenti.
Saat itu aku termenung...aku sadar, ternyata selama ini aku masih kurang bersyukur dengan apa yang aku dapat. Gadis kecil itu....mengingatkan ku tentang " rasa Syukur "
Dia yang masih kecil,yang seharusnya masih asik bermain dengan teman-teman seusianya..tapi ternyata sebaliknya. Dia harus bekerja menhadapi hidup ysng begitu keras..yang mungkin dia sendiri belum mengerti itu.
Gadis kecil itu.....
" mengajarkan " ku tentang rasa syukur atas segala hal yang kita miliki,apapun itu.
Dalam hati akupun berdoa..semoga suatu hari ada masa depan yang indah untuk dia dan seluruh anak-anak yang kurang beruntung,yang selalu menyadari arti " Rasa Syukur "
( my diary,28/2/2012 )
Senin, 27 Februari 2012
Rabu, 22 Februari 2012
BAYANGAN SEEKOR KUCING
Seekor kucing melihat bayangannya di bawah sinar pagi dan berujar ; " aku akan mendapatkan kerbau untuk makan siang hari ini "
Dan sepanjang hari ia pergi mencari kerbau. namun di siang hari ia melihat bayangannya dan berujar ; " Tikuspun tak apa"
( NYANYIAN JIWA, KAHLIL GIBRAN )
Dan sepanjang hari ia pergi mencari kerbau. namun di siang hari ia melihat bayangannya dan berujar ; " Tikuspun tak apa"
( NYANYIAN JIWA, KAHLIL GIBRAN )
CINTA ITU MEMBERI DAN MENERIMA
Pada suatu masa, hiduplah seorang lelaki yang memiliki sawah yang penuh dengan jarum.
suatu hari, Tuhan mengunjunginya dan berkata " wahai, kainku sobek dan aku harus menambalnya sebelum ia pergi ke ruang suci. dapatkah engkau memberi ku sebuah jarum?"
Namun, ia tak memberinya jarum, ia malah menceramahinya tentang memberi dan menerima untuk menjaga anak nya sebelum ia ke ruang suci.
( NYANYIAN JIWA, KAHLIL GIBRAN )
suatu hari, Tuhan mengunjunginya dan berkata " wahai, kainku sobek dan aku harus menambalnya sebelum ia pergi ke ruang suci. dapatkah engkau memberi ku sebuah jarum?"
Namun, ia tak memberinya jarum, ia malah menceramahinya tentang memberi dan menerima untuk menjaga anak nya sebelum ia ke ruang suci.
( NYANYIAN JIWA, KAHLIL GIBRAN )
Langganan:
Komentar (Atom)